NASA akan kirim satelit (probe) ke matahari ke korona matahari pada tahun 2018 nanti untuk mengetahui mekanisme pemanasan matahari dan cara terbentuknya badai surya. Satelit bernama Solar Probe Plus juga diharapkan bisa menjawab sebuah misteri mengapa atmosfer matahari 200 kali lebih panas daripada permukaan matahari.
Misi ini merupakan misi bunuh diri. Solar Probe Plus akan masuk ke tempat dengan suhu lebih dari 1.400 derajat Celcius. Tameng panas yang dimilikinya belum tentu dapat bertahan dari panas tersebut dan bisa terlepas dari badan satelit. Para peneliti dari John Hopkins University Applied Physic Lab berusaha agar pesawat itu bisa bertahan selama mungkin agar berhasil mendapatkan pengukuran di atmosfer matahari.
"Tujuan utama proyek ini adalah mendeteksi partikel dan melakukan pengukuran di tempat. Kalau kita mengukur hanya menggunakan serpihan tameng, perhitungan tak berhasil," kata Andy Dantzler, Project Manager Solar Probe Plus. Selain dibuat agar mampu bertahan selama mungkin, Solar Probe Plus juga harus ringan sehingga bisa terbang mendekat ke matahari.
Solar Probe Plus dijadwalkan terbang tahun 2018. Dua bulan setelah lepas landas, Solar Probe Plus akan tiba di sekitar orbit Venus dan mulai mengelilingi matahari sebanyak 24 kali untuk mendekat perlahan ke arah matahari dengan jarak paling sekitar 6,4 juta kilometer dari matahari. Jarak tersebut sudah berada di dalam orbit Merkurius.
Karena akhir-akhir ini TS merasakan cuaca yang amat panas (apalagi yang buat tinggal di Jakarta, serasa di oven gaan ), TS membuat thread tentang atmosfir kita..agar agan-asis dapat mengenali lebih lanjut planet kita tercinta..cekidoot..!
Troposfer
Spoiler for Gambarnye:
Spoiler for Penjelasan:
Lapisan atmosfir ini adalah tempat dimana kita beraktivitas dan kita hidup. Lapisan atmosfir ini merupakan tempat berlangsungnya segala cuaca. Hampir semua jenis awan berada pada lapisan atmosfir ini. Lapisan ini bekisar antara ketinggian 0 m hingga 15.000 m diatas permukaan laut. Pesawat-pesawat pada umumnya terbang pada lapisan atmosfir ini. Oh ya suhu pada lapisan ini juga bergantung pada garis lintangnya, namun rata-rata pada lapisan ini bisa menurun hingga -75 derajat Celcius.
Stratosfer
Spoiler for Gambarnye:
Spoiler for Penjelasan:
Lapisan ini berada pada ketinggian 15 km hingga 50 km diatas permukaan laut. Pada lapisan ini suhu makin menurun hingga -3 derajat Celcius (tergantung pada garis lintang atmosfir tersebut).
Hanya pesawat-pesawat tertentu (umunya yang memiliki kecepatan supersonik) yang hanya dapat terbang ke lapisan ini. Tekanan udara pada lapisan ini pun lebih stabil. Ozon diidentifikasi terdapat pada lapisan ini.
Untuk Kehidupan, hanya ada terdapat beberapa bakteri yang berterbangan pada lapisan ini.
Mesosfer
Spoiler for Gambarnye:
Spoiler for Penjelasan:
Lapisan ini berada pada ketinggian 50 km hingga 120 km diatas permukaan laut. Lapisan ini merupakan lapisan yang "agak" misterius, karena satelit maupun pesawat luar angkasa mengorbit bumi pada lapisan diatasnya, sedangkan pesawat jet pun hanya dapat terbang hingga lapisan di bawahnya. Suhu pada lapisan ini pun menurun hingga -100 derajat Celcius.
Oh ya, pada lapisan ini juga terdapat Noctilucent clouds. Awan ini terbentuk karena butir-butir air yang mengkirstal.
Spoiler for Noctilucent clouds:
Peluang sebagai tempat kehidupan pada lapisan ini pun amat kecil, karena suhunya yang amat rendah.
Termosfer
Spoiler for Gambarnye:
Spoiler for Penjelasan:
Inilah lapisan dimana satelit-satelit mengorbit kita (meskia juga ada beberapa satelit yang mengorbit pada lapisan diatasnya). Lapisan ini berada pada ketinggian 120 km hingga 400 km. Kandungan udara pada lapisan ini semakin tipis. Suhu pun mulai naik hingga 1.750 derajat Celcius. Sepertinya sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan pada lapisan ini. Oh ya, pada lapisan ini terdapat aurora. Aurora adalah fenomena pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari (angin matahari).
Spoiler for Gambarnye:
Eksosfer
Spoiler for Gambarnye:
Kira-kira foto ini diambil dari lapisan eksosfer.
Spoiler for Penjelasan:
Lapisan ini merupakan lapisan terluar dari planet kita. Lapisan ini merupakan batas antara atmosfir kita dengan angkasa luar. Molekul-molekul udara yang ada pada lapisan ini bisa langsung terlepas ke luar angkasa ataupun terikat kembali oleh gravitasi kita. Oh ya, lapisan ini juga merupakan orbitnya satelit juga loh.
Bonus gaan..
Spoiler for Bonus:
Spoiler for Bonus:
Spoiler for Bonus:
Maap kalo
sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3858269
Di Bumi, kita mengenal Mount Everest, yang legendaris, sebagai puncak tertinggi di atas permukaan Bumi. Gunung berapi tertinggi di Bumi jika dihitung dari kakinya adalah Mauna Loa setinggi 9 kilometer, dengan lebar kaki 120 kilometer yang menapak di dasar Samudra Pasifik. Namun, prestasi ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Olympus Mons. Yaitu gunung tertinggi di Mars yang mencapai 24 kilometer, dengan lebar kaki 500-600 kilometer. Lebar kaldera yang terbentuk akibat letusannya miliaran tahun lampau sekitar 80 kilometer. Bisa dibayangkan betapa tingginya gunung ini sebelum meletus. Olympus Mons disebut-sebut sebagai gunung tertinggi di Tata Surya.Di Mars memang banyak terdapat gunung api raksasa. Termasuk yang telah padam, seperti Arsia Mons, Ascraenus Mons, dan Pavonis Mons. Gunung-gunung ini terdapat di dataran tinggi Tharsis sepanjang 4.000 kilometer dengan ketinggian 4.000 kilometer.Perlu diketahui, Mars memiliki profil permukaan yang unik. Di belahan selatan merupakan daerah yang penuh kawah dan alur-alur mirip saluran. Sedangkan gunung-gunung berapi itu terdapat di belahan utara. Seolah, melihat Mars, mirip dua belahan dari planet berbeda yang disetangkupkan. Kondisi yang berbeda dengan di Bumi tentunya.
gambar perbandingan gunung mount olympus di mars dengan mount everest yang merupakan puncak tertinggi di muka bumi
Adalah rendahnya gravitasi Mars akibat ukurannya yang kecil dan tidak adanya aktivitas tektonik lempeng yang membuat gunung-gunung di sana demikian tinggi menjulang. Karena tidak adanya aktivitas tektonik, maka dapur magma akan selalu mengeluarkan lava pada titik yang sama. Dengan begitu, gunung yang terbentuk semakin tinggi. Di Bumi karena adanya pergerakan aktivitas tektonik mengakibatkan gunung yang terbentuk tidak begitu tinggi dan muncul pegunungan. Bila dibandingkan dengan gunung-gunung api di Bumi, kebanyakan gunung api di Mars mirip dengan gunung api perisai di Kepulauan Hawaii namun berukuran jauh lebih besar.
Gambar mount olympus yang sangat indah
Seperti halnya daerah pegunungan yang memiliki ngarai, di Mars pun terdapat ngarai besar dan alur permukaan yang berasal dari sungai purba dan bekas banjir bandang. Ngarai terbesar di Mars dinamakan Valles Marineris dengan panjang 4.000 kilometer dan dalam 2-7 kilometer. Berada di sebelah timur dataran Tharsis, seperti halnya dataran tinggi Tharsis dan gunung api, ngarai itu terbentuk akibat terangkatnya sebagian kerak Mars.
Proses pembentukan Valles Marineris itu disertai dengan longsornya lereng rekahan dan air yang berasal dari dalam Mars meresap melalui celah dinding rekahan sehingga terjadi proses pelongsoran tebing. Akibatnya, rekahan yang terbentuk menjadi sangat lebar. Bahwa Mars pernah terdapat kelimpahan air bisa dilihat dari adanya alur bekas sungai kering di ujung Valles Marineris.
Foto Planet Mars dengan mount Olympus nya yang terlihat sangat besar
Berbagai penelitian mencoba menjawab ada di mana air yang dulu pernah ada di Mars, sekarang ini. Ternyata selain membeku di tudung kutubnya, air beku terperangkap di batuan-batuan Mars. Penelitian terinci mengenai dataran tinggi, gunung, dan ngarai akan membantu memahami struktur bagian dalam Mars.
TEMPO Interaktif, BANDUNG - Awal tahun baru 2010 akan ditandai oleh kemunculan dua gerhana secara berurutan. Gerhana bulan bakal terjadi saat dinihari pada 1 Januari, atau setelah pergantian malam tahun baru. Disusul kemudian gerhana matahari pada 15 Januari. Semuanya bisa disaksikan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Menurut Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Bandung, Thomas Djamaluddin, gerhana bulan itu akan terjadi selama satu jam, antara pukul 01.53-02.53 WIB pada 1 Januari 2010. Di wilayah Papua atau Indonesia bagian timur, gerhana bulan itu masih bisa disaksikan menjelang pagi, antara pukul 03.53-04.53 WIT.
Tapi gerhana itu, kata Djamaluddin, hanya sedikit menutupi bulan purnama. ”Bayangan hitamnya kecil, hanya 7 persen,” ujarnya, Selasa (29/12). Fenomena ketika bayangan bumi mengenai bulan tersebut bisa disaksikan penduduk bumi yang saat itu mengalami malam.
Walau begitu, peneliti utama astronomi dan astrofisika itu mengingatkan adanya potensi rob karena air laut sedang pasang saat purnama. Kemungkinan banjir yang harus diwaspadai adalah jika hujan turun lebat di atas laut sehingga menaikkan permukaan air.
Sedangkan gerhana matahari pada 15 Januari mendatang, bentuknya akan terlihat berbeda-beda di berbagai negara. Gerhana matahari cincin, ujar Djamaluddin, akan terlihat sempurna di benua Afrika, India bagian selatan, dan Cina. Saat itu, posisi bulan yang terlihat dari bumi, tepat dan penuh menutupi bagian tengah matahari. Sisa cahayanya di sekitar lingkaran matahari itulah yang terlihat seperti cincin.
Di Indonesia, gerhana matahari cincin itu tak bakal terlihat sempurna. ”Hanya akan tertutup sebagian,” jelas Djamaluddin. Berlangsung antara pukul 15.00-16.00 WIB, kegelapan di tiap daerahnya pun beragam. Di wilayah Papua dan sekitarnya malah tak mengalami gerhana matahari.
Di wilayah Sulawesi Utara, kegelapan gerhana itu berkisar 0-5 persen. Di Jawa Barat dan Jawa Tengah antara 0-10 persen. Sedangkan di Kalimantan mencapai 5-20 persen. Wilayah yang bakal cukup gelap terjadi di Sumatera. Di pulau Andalas itu cahaya matahari yang meredup bisa sampai 60 persen.
Fenomena gerhana berurutan itu alamiah terjadi. Setelah gerhana bulan selanjutnya gerhana matahari atau sebaliknya. ”Yang membuatnya istimewa karena terjadi di awal tahun baru,” katanya.
Gerhana Bulan 1 Januari 2010 - Gerhana Bulan diperkirakan akan terjadi di awal tahun 2010 tepatnya, Jumat dinihari 1 Januari 2010 mendatang. Menurut keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gerhana bulan yang akan terjadi dapat memicu terjadinya ombak besar di perairan laut China Selatan, Samudera Hindia dan laut Filipina.
Gerhana Bulan akan berawal mulai pada pukul 02.17 WIB, dan puncak gerhana bulan akan terjadi pada pukul 04.24 WIB ketika permukaan bulan tertutupi umbra bumi, membuat bulan tampak gelap sebagian.
Sementara gerhana bulan itu sendiri akan berakhir pada pukul 06.28 WIB ketika bulan sudah meninggalkan penumbara bumi. Dan menurut perkiraan ini maka gerhana bulan yang akan berlangsung selama 4 jam 11 menit 3 detik, namun bagian umbaranya hanya berlangsung selama 59 menit 58 detik.
BMKG juga memprediksi gelombang berkisar antara 1,25-3 meter akan menyapu sebagian besar wilayah perairan Indonesia. Tidak terkecuali laut Flores, perairan Nusa Tenggara, perairan Sulawesi Tenggara, dan laut Sulawesi.
Gambar yang keren ini diambil dari teleskop Herschel yang baru diluncurkan, menunjukan 700 kelahiran bintang baru 1000 tahun cahaya dari bumi.
Gambar ini di rilis oleh agenci luar angkasa eropa, para astronom berharap dengan menganalisa gambar ini mereka bisa menjawab pertanyaan bagaimana bintang dan galaksi terbentuk.
Hujan Meteor Desember 2009 - Hujan Meteor akan kembali terlihat menghiasi malam pada bulan Desember 2009. Momen meteor jatuh yang disebut sebagai hujan meteor Gemini ini akan tampak dilangit malam mulai 12 Desember sampai 17 Desember yang akan datang.
Menurut peneliti utama Astronomi-Astrofisika LAPAN Bandung Thomas Djamaluddin mengatakan, hujan meteor Gemini muncul karena memang adanya rasi bintang Gemini.
Beberapa syarat yang harus diperlukan untuk melihat hujan meteor gemini adalah, kondisi cuaca yang cerah, tidak mendung dan tidak terhalang. Selebihnya bagi yang ingin melihat hujan meteor jatuh dapat dilakukan dengan mematikan seluruh cahaya lampu rumah Anda.
Menurut Thomas, hujan meteor Gemini secara penampakan tidak jauh berbeda dengan bintang jatuh. Namun, bedanya Anda tidak hanya melihat satu dua cahaya dalam satu kali penampakan tapi bisa mencapai puluhan cahaya.
Adapun puncak terjadinya hujan meteor gemini Desember 2009 akan terlihat pada tanggal 14 Desember 2009 yang akan dtang.
sumber : http://karodalnet.blogspot.com/2009/12/hujan-meteor-desember-2009.html
1. Venus, Sang Dewi Cinta, adalah planet yang paling terang di tata surya kita.
2. Meskipun berukuran dan mempunyai gaya gravitasi yang sama dengan Planet Bumi, Atmosfer Venus penuh dengan asam sulfur yang mematikan.
3. Tertutupi oleh lapisan tipis batu-batuan, Merkurius adalah sebuah bola besar yang terbuat dari besi dan mempunyai gaya tarik yang kuat untuk planet seukurannya.
4. Magnet yang paling kuat di jagad raya adalah Magnetar, suatu bintang neutron yang langka. Sampai saat ini baru ditemukan 10 penemuan Magnetar.
5. Matahari kita sangat jauh jaraknya sehingga jika bahan bakarnya telah habis, kita tidak akan menyadarinya sampai 8 menit kemudian.
6. Planet Merah, Mars, tidak mempunyai lapisan ozon dan tidak memiliki pelindung apapun terhadap sinar ultra violet. Hal ini membuatnya tidak dapat ditinggali oleh manusia.
7. Dengan meneliti meteorit-meteorit yang ditemukan di Bumi, kita dapat mengetahui bahwa umur Planet Bumi adalah 4,6 juta tahun.
8. Planet Jupiter berputar pada porosnya (berotasi) dengan kecepatan yang menakjubkan sehingga menimbulkan angin dengan kecepatan ratusan mil per jam di atmosfernya. Kayak gasing gan !!! (bumi kita kan berotasi 24 jam jadi siang 12 jam malam 12 jam, kalau jupiter siang malamnya gimana tuh?)
9. Planet Saturnus adalah sebuah bola raksasa yang terbuat dari gas, sehingga planet ini dapat mengapung di atas air.
Banyak sekali ilmuwan dari penjuru dunia berlomba-lomba menuju Planet Mars untuk mendapatkan informasi dari berbagai macam penelitian yang dilakukan sebagai bahan ilmu pengetahuan yang kembali kepada manusia di Planet Bumi.
Beberapa negara berkembang seperti Uni Soviet, US, Rusia, Jepang, Eropa dan Cina adalah negara-negara yang dapat memberikan informasi mengenai planet Mars, berikut sebuah gambar yang menunjukkan perjalanan mereka ke Planet Mars
Sudah lebih dari 40 misi perjalanan menuju Planet Mars yang dimulai pada tahun 1960 yang diwakili oleh Uni Soviet dengan pesawat angkasa Marsnik 1 hingga tahun sekarang ini yang diwakili oleh European Space Agency dengan pesawat ulang alik ExoMars hanya beberapa yang berhasil.
sumber : http://sarimingeek.com/index.php?page=news&op=readNews&title=40+Misi+Luar+Angkasa+Menuju+Planet+Mars+1980+2007
Planet 51 Pegasi b adalah exoplanet pertama yang ditemukan para pemburu planet pada 1990. Planet mirip Jupiter, namun bertemperatur panas ini diberi julukan Bellerphon, pahlawan mitos Yunani yang menjinakkan kuda bersayap Pegasus. Pemberian julukan tersebut berdasarkan gugus bintang Pegasus, lokasi planet itu.
2. Tetangga Terdekat Bumi
Berjarak hanya 10,5 tahun cahaya, Epsilon Eridani b adalah exoplanet terdekat dengan bumi. Planet tersebut mengorbit jauh dari bintangnya sehingga air atau kehidupan mustahil ada.
3. Planet Tanpa Bintang
Terdapat sejumlah exoplanet yang memiliki bintang atau matahari lebih dari satu, bahkan hingga memiliki tiga matahari. Lain halnya dengan Planemos. Planet tersebut hanya "mengambang" begitu saja tanpa mengitari bintang apa pun.
4. Si Gesit
Planet SWEEPS-10 hanya berjarak 740.000 mil dari bintangnya. Saking dekatnya, planet yang disebut ultra-short-period planets (USPPs) itu hanya membutuhkan waktu kurang dari satu hari untuk mengorbit. Satu tahun di sana sama dengan sepuluh jam di bumi.
5. Dunia Api dan Es
Planet ini "terkunci" pada bintangnya, sama seperti bulan yang selalu menjadi satelit bumi. Jadi, satu sisi dari planet Upsilon Andromeda b selalu menghadap ke sana. Posisi ini menciptakan temperatur paling tinggi yang sejauh ini diketahui para astronom. Satu sisi planet sangat panas bagai lahar, sedangkan sisi lainnya bertemperatur sangat dingin.
6. Cincin Raksasa
Planet yang mengorbit pada bintang Coku Tau 4 ini adalah exoplanet termuda yang berumur kurang dari satu juta tahun. Para astronom mendeteksi keberadaan planet ini dari lubang besar dari cincin planet tersebut. Lubang tersebut berukuran sepuluh kali lebih besar dari bumi.
7. Si Tua Bangka
Planet tertua yang juga disebut primeval world ini berumur kurang lebih 12,7 miliar tahun. Para ilmuwan menduga planet tersebut terbentuk delapan miliar tahun silam sebelum bumi terwujud dan hanya berselisih dua miliar tahun dari kejadian Big Bang. Penemuan ini menimbulkan wacana bahwa kehidupan mungkin terjadi lebih awal dari yang diduga selama ini.
8. Planet yang Menyusut
Serupa dengan SWEEPS-10, planet HD209458b mengorbit sangat dekat dengan bintangnya sehingga atmosfer planet tersebut tersapu oleh angin stellar. Sejumlah ilmuwan mengestimasi planet tersebut kehilangan sepuluh ribu ton material setiap detiknya. Pada akhirnya, mungkin hanya inti dari planet itu yang akan tersisa.
9. Si Atmosfir Tebal
Planet HD 189733b adalah planet pertama yang atmosfernya "tercium" oleh para ilmuwan. Dengan menganalisis cahaya dari sistem bintang planet itu, astronom mengatakan atmosfir planet tersebut tertutup oleh semacam kabut tebal serupa dengan butiran pasir. Sayangnya, air tidak terdeteksi di planet tersebut. Namun, pemburu planet menduga ada kehidupan di balik kabut tebal itu.
10. Kembaran Bumi?
Gliese 581 C adalah exoplanet yang saat ini banyak menarik perhatian para ilmuwan di seluruh dunia. Pasalnya, planet terkecil di luar sistem tata surya ini berada di "zona aman". Artinya, planet ini terletak tidak terlalu jauh maupun terlalu dekat dengan bintangnya, sama seperti posisi bumi kita dengan matahari. Penemuan ini menaikkan probabilitas terdapat air atau bahkan kehidupan di sana. Planet ini 50 persen lebih besar dan lima kali lebih masif dari bumi.
Aktifitas matahari tahun ini mulai meredup. Hal ini menimbulkan perdebatan para ahli, apa yang akan terjadi selanjutnya dan dampaknya pada iklim. Zaman es akan terulang?
NASA mencatat tekanan cuaca matahari paling rendah selama 50 tahun. Matahari tercatat paling redup selama 10 tahun terakhir.
Aktifitas matahari mengalami daur 11 tahunan. "Daur 11 tahun, mulai satu atau dua tahun lalu, dan sejauh ini sangat lemah,” kata Nigel Weiss dari University of Cambridge.
Bersama dengan Jose Abreu dari Swiss Federal Institute of Aquatic Science and Technology, Weiss memprediksikan aktifitas tinggi matahari sejak sebelum perang dunia kedua telah usai. Penurunan sekarang akan mencapai titik terendah pada 2020.
Prediksi mereka berdasarkan pada tingkat isotop langka yang terkumpul di lapisan bumi saat badai matahari lemah masuk ke atmosfer bumi.
Ada kemungkinan bumi mengalami suhu paling rendah seperti di abad 17. Pada masa itu Eropa mengalami zaman es kecil dimana sungai Thames dan perkampungan di Swiss tertimbun es.
Dua ilmuwan itu mengatakan peningkatan suhu selama seabad terakhir didominasi oleh aktifitas matahari.
Weiss mengatakan jika matahari makin meredup, kemungkinan suhu bumi akan turun maksimum sepuluh derajat celcius. Penurunan itu masih sebanding dengan kenaikan suhu karena terjadi pemanasan global. (inilah.com)
sumber : http://karodalnet.blogspot.com/2009/04/aktivitas-matahari-mulai-meredup.html
Gambar di atas adalah peta interaktif yang sangat besar dari hampir dua ratus Pesawat berawak dan tanpa awak dalam misi eksplorasi tata surya kita selama lima puluh tahun. Buku itu diciptakan oleh desainer grafis Sean McNaughton dan Samuel Velasco untuk National Geographic. Klik link dan gunakan kotak di sudut kanan atas layar untuk memilih bidang apa yang ingin Anda lihat, dan zoom yang diperlukan.
Penggemar fenomena unidentified flying object (UFO) tak pernah berhenti mencari tahu fakta keberadaan makhluk ruang angkasa di bumi. Mulai dari mencari bukti-bukti sampai mencari agenda tersembunyi UFO.
Semua pembicaraan mengenai UFO (unidentified flying object) bermula dari kabar jatuhnya UFO di Roswell, New Mexico, pada awal Juli 1947. Awalnya, Roswell Army Air Field (RAAF) menyebut barang itu disebut benda terbang tak dikenal. Belakangan, informasi itu diralat sebagai balon terbang yang jatuh dan meledak.
Jatuhnya UFO di Roswell menarik perhatian banyak pihak. Pemerintah AS secara resmi membentuk badan khusus untuk menyelidiki fenomena tersebut, yakni Project Blue Book. Meski secara resmi, Pemerintah AS membantah adanya UFO jatuh, informasi yang beredar menyebut UFO yang jatuh itu disimpan di suatu tempat yang disebut Area 51.
Negara-negara maju berlomba mengeksplorasi Bulan karena Bulan diperkirakan kaya kandungan Helium 3.Gas tersebut dinilai sebagai sumber energi alternatif potensial untuk menggantikan sumber energi Bumi yang menipis.
Sebagai salah satu negara paling maju di dunia, Jerman tidak ingin tertinggal dari negara-negara lain dalam mengeksplorasi potensi Bulan. Jerman saat ini mengaku sedang menabung untuk menjalankan misi pendaratan wahana tidak berawak ke Bulan pada 2015.
"Pendaratan Jerman di Bulan dapat dilakukan pada dasawarsa mendatang, sekitar 2015.Misi ini harus dilakukan karena Bulan adalah platform yang sangat baik untuk penelitian angkasa luar," ujar Menteri Perekonomian dan Teknologi Jerman Peter Hintze. Hintze mengungkapkan, misi Bulan itu diperkirakan memakan biaya sekitar USD2,2 miliar.
Hintze mengakui, biaya itu memang sangat besar. Namun, Hintze meyakini, misi tersebut akan membuahkan manfaat yang setimpal. "Jerman memang sedang mengalami resesi paling buruk dalam enam dasawarsa.Tetapi,Bulan adalah sumber jawaban utama tentang bagaimana kita menjamin masa depan planet biru (Bumi) kita.
Misi tersebut saat ini belum bisa dilakukan karena dananya belum ada," tutur Hintze. Bulan menjadi objek eksplorasi besar-besaran karena Bulan diperkirakan kaya Helium 3. Gas tersebut dinilai sebagai sumber energi alternatif yang potensial untuk menggantikan sumber energi Bumi yang mulai menipis.
Selain Jerman, negara-negara lain yang berlomba mengeksplorasi Bulan antara lain AS,Rusia,Jepang, dan China. Di antara negaranegara tersebut, negara yang paling ambisius mengeksplorasi Bulan adalah AS. Badan antariksa AS NASA berambisi mampu mendaratkan astronot di Bulan untuk tinggal di Bulan selama enam bulan. NASA pada saat ini sedang meneliti berbagai jenis desain wahana yang dapat digunakan manusia sebagai tempat tinggal di Bulan.
"Kami perlu tinggal cukup lama di Bulan.Kira-kira sekitar enam bulan. Sama dengan waktu yang kami habiskan untuk tinggal di Stasiun Antariksa Internasional (ISS),"ujar Direktur Advanced Capabilities Division NASA Carl Walz. Walz mengungkapkan, wahana yang akan menjadi pos pertama manusia di Bulan itu mungkin akan memilikidesainmiripISS.
Padasaat ini, ISS dapat ditinggali tiga manusia dalam waktu cukup panjang. NASA bertekad menyelesaikan pembangunan pos Bulan pada 2010.Ada pun penerbangan NASA ke Bulan dijadwalkan berlangsung pada 2020.NASA pada saat ini sedang mendesain pula sistem transportasi, komunikasi, serta pembangkit listrik untuk mendukung operasi di Bulan.
"Kita akan tinggal di Bulan,bekerja di Bulan, melakukan pembangunan di Bulan, dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Bulan,"papar Walz. Kepala badan antariksa Rusia ROSKOMOS Anatoly Perminov mengungkapkan pula, Rusia pada saat ini sedang mempersiapkan pembangunan roket antariksa baru untuk mengantarkan kosmonot Rusia ke Bulan pada 2020.
Ambisi cukup besar juga datang dari China.Setelah sukses meluncurkan satelit Chang'e 1 pada 2007, China mulai merencanakan misi-misi lanjutan.Untuk membiayai misi-misi tersebut, China rela mengundang investor swasta. Padahal badan antariksa China dikelola oleh angkatan bersenjata.
"Proyek eksplorasi antariksa China berkembang pesat. Kami mendorong perusahaan swasta untuk turut serta dalam pengembangan teknologi antariksa. Kami juga mengundang pihak swasta untuk membiayai penelitian dan manufaktur terkait antariksa," tutur juru bicara badan antariksa China CNSA Li Guoping.
China adalah negara ketiga dunia yang mampu meluncurkan manusia ke angkasa luar, setelah Uni Soviet dan AS. Kini, China berambisi mendaratkan manusia ke permukaan Bulan pada 15 tahun mendatang. Sebelum pendaratan manusia ke Bulan dilakukan, China akan lebih dulu mendaratkan wahana tidak berawak di sana.
Ilmuwan roket China Long Lehao mengungkapkan, China bahkan berencana membangun stasiun antariksa mulai 2020. "Tahun 2020 adalah masa kejayaan teknologi antariksa China. Pada saat itu kami akan mampu mendukung manusia untuk tinggal lebih lama di Bulan dan memanfaatkan sumber daya Bulan,"papar Direktur CNSA Ji Wu.
Jepang pada 2007 juga sukses meluncurkan satelit pemantau Bulan Kaguya. Badan antariksa Jepang JAXA mengungkapkan, tugas- tugas Kaguya antara lain meneliti medan gravitasi Bulan untuk memudahkan pendaratan manusia. Jepang berencana mendaratkan astronot di Bulan pada 2020 untuk meneliti lebih cermat potensi energi di Bulan.
Kembali ke Eropa,Inggris rupanya tergiur pula melihat potensi energi Bulan. Karena itu, Inggris pun ingin turut mengeksplorasi Bulan. Namun, Inggris tidak bisa bekerja sendirian dalam melakukan penelitian terhadap Bulan.Karena itu, Inggris meminta bantuan NASA. Untuk mengeksplorasi Bulan, badan antariksa Inggris BNSC menyiapkan misi pemantauan Bulan bernama sandi MoonLITE (Moon Lightweight Interior and Telecoms Experiment). BNSC menyatakan, MoonLITE merupakan buah kerja sama antara BNSC dengan NASA. "Kerja sama ini adalah kemajuan besar.
Misi MoonLITE akan menunjukkan keunggulan Inggris dalam membangun teknologi satelit, komunikasi, dan robot yang difokuskan untuk mengeksplorasi Bulan,"ujar Profesor Keith Mason, Chairman UK Space Board, yang menjadi badan pengawas BNSC. MoonLITE direncanakan meluncur ke angkasa luar pada 2012. Satelit tersebut sebagian besar dibangun perusahaan-perusahaan Inggris.
NASA membantu dalam bentuk konsultasi teknis dan menyediakan peralatan navigasi.Misi MoonLITE diperkirakan menelan biaya 100 juta pound sterling. Anggota tim MoonLITE antara lain Surrey Satellite Technology (SSTL), anak usaha University of Surrey,yang telah meluncurkan 27 satelit ke angkasa luar.
MoonLITE diharapkan akan mampu mengamati wilayah Bulan yang tidak dapat dilihat oleh misi Apollo pada 1960-an dan 1970-an. "Seluruh pendarat Apollo mendarat pada wilayah khatulistiwa Bulan demi keselamatan. Dengan misi tidak berawak seperti MoonLITE,kita akan mampu mencoba misi-misi ilmiah yang lebih menantang," tutur System Engineer SSTL Andy Phipps.
Target-target MoonLITE antara lain wilayah kutub Bulan dan sisisisi Bulan yang tidak pernah terkena sinar Matahari. MoonLITE akan melayang di orbit Bulan namun satelit itu akan mampu menembakkan tiga atau empat proyektil berisi instrumen penelitian ke permukaan Bulan.